Tampilkan postingan dengan label Syakban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syakban. Tampilkan semua postingan

Agenda Syakban

15 Syakban
Laylat al-Bara’ah, malam pertengahan (nisfu) Syakban

23 Syakban 1340 H/21 April 1922
Lahirnya Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani QS

Adab Harian di Bulan Syakban

Ketika bulan sabit pertanda datangnya bulan Syakban mulai terlihat, murid melakukan mandi (ghusl) dan menyambut datangnya bulan ini dengan melakukan Salat Sunnat Wudu 2 rakaat. Kemudian berdiri menghadap kiblat, baca selawat sebanyak 100 kali. Perbuatan ini diulangi setiap hari hingga berakhirnya bulan Syakban.

Hindari keramaian dan lakukan adab Tarekat Naqsybandi di sepertiga akhir dari malam hingga matahari terbit dan/atau antara Salat Asar dan Magrib dan/atau antara Salat Magrib dan Isya.

Niat:
Nawaytu ‘l-arba’in, nawaytu ‘l-`itikaf, nawaytu ‘l-khalwah, nawaytu ‘l-`uzlah, nawaytu ‘r-riyadhah, nawaytu ‘s-suluk, lillahi ta’ala fii haadzal-masjid (atau fii haadzal-jaami`)

Aku berniat 40 (hari mengasingkan diri), aku berniat untuk beritikaf, aku berniat khalwat, aku berniat mendisiplinkan (ego), aku berniat mengadakan perjalanan di jalan Allah SWT, demi Allah SWT di masjid ini.

Surat al-An’am
Dalail Khayrat (sebagai bagian dari awrad harian)
Selawat 2.000 kali (sebagai tambahan dari awrad harian)
Selawat 100 kali (dilakukan ketika berdiri menghadap kiblat dan didedikasikan kepada Nabi SAW).
Awrad harian
Puasa


Sumber:
The Naqshbandi Sufi Tradition: Guidebook of Daily Practices and Devotions
by Shaykh Muhammad Hisham Kabbani
© 2004, Islamic Supreme Council of America

Adab Nisfu Syakban (Laylat al-Bara`ah)

Adab Tarekat:

Membaca Surat Yaasiin tiga kali, pertama dengan niat memperoleh umur panjang dalam Iman dan Islam, kedua dengan niat memperoleh perlindungan dari bencana, baik bagi diri sendiri maupun bagi umat Muhammad SAW, dan yang ketiga dengan niat agar memperoleh rezeki tanpa tergantung kepada orang lain, kecuali hanya kepada Allah SWT.

Setiap kali selesai membaca Yaasiin, dibaca doa berikut:

Allaahumma yaa Dzaal-Manni laa yamannu `alayhi ahad, yaa Dzaal-Jalaali wal-Ikraam yaa Dzaath-Thuuli wal-An`aam. Laa ilaaha illa Anta. Zhaharal-laaji-iin wa Jaarul-mustajiiriin wa Amaanul-khaa-ifiin. Allaahumma in kunta katabtanii `indaka fii ummul-Kitaabi syaqiyan aw mahruuman aw mathruudan aw muqataran `alayya fiir-rizqi famhu-llaahumma bi-fadhlika syaqaawatii wa hurmaanii wa thurdii wa iqtaara rizqii wa tsabitnii `indaka fii ummil-kitaabi sa`iidan wa marzuuqan lil-khayraati fa-innaka qulta wa qawlukal-haqq fii kitaabikal-munzal `alaa lisaani nabiyyikal-mursal yamhullaahu maa yasyaa’u wa yutsbitu wa `indahu Ummul-Kitaab. Ilaahī bit-tajallii al-a`zhami fii laylatin-nishfi min syahri sya`baanil-mu`azhamil-mukarramillatii yufraqu fiihaa kullu amrin hakiimin wa yubram, an taksyifa `annaa minal-balaa`i maa na`lamu wa maa laa na`lamu wa maa Anta bihi a`lamu innaka Antal A`azzul-Akram. Wa shalla-Allaahu `alaa sayyidinaa Muhammadin wa `alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Ya Allah SWT, Pemilik Kemurahan Hati Yang Tak Pernah Lelah. Wahai Pemilik Keagungan, Kehormatan, Kekuatan dan Berkah. Tidak ada tuhan kecuali Engkau, Pendukung para pengungsi dan Tetangga dari orang-orang yang mencari kedekatan, Pengawal dari orang-orang yang bertaqwa. Ya Allah SWT, jika Engkau telah menulis dalam Kitab-Mu bahwa aku adalah orang yang hina, serba kekurangan, terbuang, dan kikir, maka hapuskanlah wahai Tuhan, melalui Kemurahan-Mu, penderitaanku, kekuranganku, pengusiranku, dan kekikiranku dan tetapkanlah aku dengan-Mu sebagai orang yang bahagia dan terberkati, sebagaimana Engkau telah berfirman—dan firman-Mu adalah benar—dalam Kitab Suci-Mu melalui lidah Rasul-Mu SAW bahwa, “Allah SWT menghapuskan apa yang Dia Kehendaki dan menetapkan, dan di Sisi-Nyalah terdapat Ummul Kitab.” [13:39]. Wahai Tuhanku, dengan manifestasi agung dari Malam Pertengahan Bulan yang Mulia ini, Syakban di mana, “Pada Malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,” [44:4] hapuskanlah dari kami, bencana—baik yang kami ketahui maupun yang kami tidak ketahui, dan Engkau Maha Mengetahui—dan sudah tentu, Engkau Maha Perkasa, Yang Maha Dermawan. Semoga Allah SWT memberkati Muhammad SAW, keluarganya dan para sahabatnya.

Kemudian dibaca Doa Agung dari Sultan al-Awliya (ad-Du`a ul-Maatsuur), jika memungkinkan setelah setiap kali selesai membaca doa di atas, atau jika tidak dibaca terakhir kali setelah tiga pembacaan Surat Yaasiin dan doa di atas.

Khatamul Khwajagan
Salat Tasbih
Salat Syukur dengan Qunuut
Salat Tahajjud
Setelah Isya dilanjutkan dengan Salat Tahajjud 100 rakaat. Pada setiap rakaat dibaca al-Fatihah sekali dan Surat Al-Ikhlash 10 kali, sehingga seluruhnya 1.000 Surat Al-Ikhlash.

Puasa
Dianjurkan untuk berpuasa pada keesokan harinya, dianjurkan pula untuk berkurban kepada Allah SWT sebagai tebusan bagi diri kalian sendiri dan keluarga kalian, (dagingnya) distribusikan kepada orang-orang yang memerlukannya.

Lihat juga:
Peringatan Nisfu Syakban bersama Mawlana Syekh Nazim QS di Afrika Selatan, 8 November 2000 di http://sufilive.com/Nifsu_Shaban_Yaseen_Recitatiton_and_Duas-377.html

Peringatan Nisfu Syakban bersama Mawlana Syekh Hisyam QS di Kuala Lumpur, 26 Agustus 2007 di http://sufilive.com/Nisf_ul_Shaban-831.html

Sumber:
The Naqshbandi Sufi Tradition: Guidebook of Daily Practices and Devotions
by Shaykh Muhammad Hisham Kabbani
© 2004, Islamic Supreme Council of America

Keutamaan Bulan Syakban

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS

Khotbah Jumat, 19 November 1999


A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin


‘Ha Mim! Demi kitab (Al-Qur'an) yang menjelaskan (kebenaran). Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Yaitu urusan yang besar dari sisi Kami, sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul.’ [QS 44:1-5]

Menurut sebagian besar ulama ayat di atas dapat merujuk pada Malam Kemuliaan (Laylat al-Qadr) atau Malam Pertengahan bulan Syakban (Laylat nisfi Sya`ban). Apapun penafsiran kita tentang malam tersebut, yang jelas malam itu sangat penting untuk diperingati oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Lebih lanjut para ulama juga mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah menyebutkannya dalam banyak hadis dan para sahabat telah memperingatinya dan Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an, “Ha Mim, wal-kitab al-mubiin, inna anzalnaahu fii laylatin mubarakatin inna kunna mundziriin.”—Ha Mim! Demi kitab (Al-Qur’an) yang menjelaskan (kebenaran). Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan.”

Penjelasan yang sama juga diutarakan oleh Imam al-Suyuthi dalam kitab al-Jalalayn, ‘malam itu bisa merujuk pada Laylat al-Qadr atau bisa juga Laylat nisfi Sya`ban.’

Menurut Hasan al-Basri QS yang merupakan ulama sekaligus sufi besar dalam Islam, ”Tiga puluh orang sahabat Rasulullah SAW berkata bahwa barang siapa yang melakukan salat 100 rakaat, Allah SWT akan mengamatinya sebanyak 70 kali dan dalam setiap pengamatan-Nya itu, Allah SWT mengirimkan rahmat dan berkah kepadanya serta menghilangkan 70 kesulitan daripadanya.”

[Ingat bahwa Imam Hasan al-Basri QS] merupakan seorang Tabi’in (salah satu pengikut sahabat-sahabat Rasulullah SAW), yang meriwayatkan keterangan ini dari 30 orang sahabat.

Sayyidina Ali RA, KW menganjurkan untuk melakukan banyak ibadah pada malam ke-15 bulan Syakban dan melakukan puasa pada siang harinya.

Betapa istimewanya malam tersebut sehingga saya mengkhususkan Jumat ini untuk membicarakannya, namun demikian saya ingin mengesampingkan dulu hal itu dan mengingatkan kepada yang hadir dan mendengarkan saya di sini, juga kepada umat Muslim di seluruh dunia, bahwa bulan Syakban, bulannya rasul dan Ramadan, bulan penuh rahmat, bulannya umat akan datang dalam waktu yang tidak lama sekitar 2 minggu lagi. Dan sampai sekarang kita masih melihat saudara kita yang mengungsi (terusir) dari rumah dan negrinya sendiri. Mereka hidup di antara pepohonan, ditutupi salju, tidak punya makanan dan tempat tinggal. Dan lebih buruk lagi, mereka dalam keadaan sekarat. 250.000 warga Chechnya terpaksa tinggal di daerah perbatasan dengan tetangganya, Ingushetia dalam keadaan yang menyedihkan.

[Meskipun demikian] kita tidak pernah mendengar seorang pemimpin bangsa Arab yang berbicara sepatah kata pun hingga kini.

Ini adalah sebuah konspirasi menentang kaum Muslim. Di mana para pemimpin bangsa Arab, apa yang mereka lakukan di istana mereka? Apa yang mereka lakukan dengan anak dan istri mereka? Di mana mereka menghabiskan uangnya, di mana mereka mengirimkan anaknya untuk sekolah? Apakah tidak lebih baik untuk meninjau 5.000 orang pengungsi Chechnya yang harus keluar dari negrinya setiap harinya? Dan kalian akan melihat antrian sepanjang 7 kilometer di perbatasan ke Ingusethia dan 4.000 orang melewati Chechnya setiap harinya.

Mengapa kasus Timor Timur mendapat respons yang begitu cepat? Mengapa mereka mendapatkan haknya mendapatkan bantuan kemanusiaan, tetapi warga Chechnya tidak? Begitu juga Kashmir. Mengapa tidak ada perdamaian di Timur Tengah? Mengapa tidak ada dukungan untuk umat muslim di seluruh dunia?

Kita harus memberi dukungan kepada umat Muslim yang berjumlah 1,5 milyar di seluruh dunia. Kalian tidak bisa melemparkan saudara-saudara kita itu ke laut. Jika jumlah pemimpin dan pemerintah tidak cukup untuk memelihara umat Muslim yang berjumlah 1,5 milyar, maka Allah SWT-lah yang akan memelihara mereka, sebab Allah SWT-lah yang melestarikan agama ini. Siapapun yang mendukung umat Islam, akan mendapat balasan surga. Sebaliknya siapapun yang menentangnya tidak akan mendapat balasan surga, apapun yang mereka lakukan.

Langkah apapun yang dilakukan pemerintah yang tidak mendukung umat Islam, tidak akan diridai Allah SWT dan Allah SWT yang akan membantu umat Islam secara langsung.

Wahai para pemimpin dan kaum Muslimin, berikanlah dukungan kepada para pengungsi di perbatasan yang hidup menderita. Jangan tunda lagi, sampai bertahun-tahun seperti di Bosnia atau setelah 17 bulan di Kosovo. Masalah Chechnya telah dimulai sejak bulan Agustus dan belum ada seorang pun yang bangkit.

Kita memohon bantuan dari surga. Ketika Abrahah datang untuk menghancurkan Kakbah, kakek Rasulullah SAW, Abdul Muth-thallib RA berkata, “Sesungguhnya ada Tuhan Pemilik Rumah yang menjaganya.”—“inna lil-bayti Rabbun yahmih.” Kita berkata kepada umat Muslim, “Sesungguhnya ada Tuhan yang melindungi umat Islam”, kita tidak membutuhkan manusia. Allah SWT akan memberi kita akhirat, Hari Kemudian yang lebih baik dari dunya, kehidupan di dunia ini.

Jangan biarkan malam ke-15 Syakban datang tanpa memikirkan saudara kita di Chechnya, begitu banyak penyakit yang diderita, demam. Sudah 300.000 orang dari 1,2 juta penduduk Chechnya yang tewas. Dan tidak ada satu pun pemimpin Muslim yang berkata apapun [tentang perang yang telah terjadi].

Presiden Chechnya yang semula akan bertemu para pemimpin UAE akhirnya di menit-menit akhir pertemuannya dibatalkan. Mengapa? Rencana bertemu pemimpin Pakistan juga akhirnya kandas di menit-menit akhir, begitu pula dengan rencana pertemuan dengan sejumlah negara di Timur Tengah, akhirnya semuanya dibatalkan.

Ada apa dengan mentalitas Muslim? Apakah mereka mengikuti Allah SWT atau yang selain Allah SWT? Apakah mereka mentaati para pemimpinnya atau Pemimpin Alam Semesta, Sang Maha Pencipta?

Jangan biarkan saudara-saudara kalian jatuh di dunia ini. Bantulah mereka, berikanlah dukungan terhadap agama Allah SWT selama hidup kalian. Sebab kalau tidak, kalian akan mendapat shaqawa, kesulitan di dunia dan hari kemudian.

Kita menemukan dalam kitab Barak bahwa pada malam Nisfu Syakban, semua ciptaan di dunia ini, termasuk bangsa jin, binatang buas dan hewan di lautan, semuanya berpuasa di siang harinya.

Salah seorang ulama mengatakan, bahwa bulan Syakban terdiri atas 5 huruf, yaitu:

  1. Syiin, melambangkan syanab, kehormatan
  2. Al ‘ayn, melambangkan ‘uluw, diangkat dan diberi kehormatan
  3. Ba, melambangkan birr, kebenaran
  4. Alif melambangkan ulfa, kekeluargaan
  5. Nun, melambangkan nur, cahaya

Ini adalah anugerah dari Allah SWT kepada semua hamba-Nya di malam ini. Wahai para pemimpin dan umat Muslim di seluruh dunia, bulan ini adalah bulan kehormatan, syanab; ‘uluw, diangkat; bulan birr, kebenaran; bulan nur, cahaya dan bulan ulfa, kekeluargaan; jadi di mana kehormatan kalian? Di mana kehormatan kalian ketika umat Muslim direndahkan? Di mana rasa kekeluargaan kalian terhadap saudara kalian yang lain yang kalian tinggalkan, kalian campakkan, dan tidak dibantu dengan kekayaan kalian?

Memang benar kalian telah menghabiskan jutaan dolar untuk masjid, sebut saja 10, 20 juta dolar untuk menghiasinya dengan kubah dan menara, namun di saat yang sama kalian juga melupakan umat Muslim di seluruh dunia! Kalian menjual subjek, kalian berkonspirasi menentang umat kalian. Dari sebagian besar pemimpin Muslim, mana yang saleh? Apakah bisa dibilang saleh dengan memiliki Porsche, Ferrari, wanita-wanita, kuda-kuda dan sejumlah istana? [Apakah bisa dibilang saleh untuk] bangga dengan memiliki kuda seharga 10 juta dolar? Itulah kebanggaan mereka. Padahal itu bukanlah suatu kebanggaan, karena Allah SWT tidak akan menilainya. Kebanggaan ada dalam agama, yaitu dengan membantu saudara-saudari kalian. Mereka memiliki pacuan kuda di London, puas dengan kuda-kuda mereka yang masing-masing bernilai 10 juta dolar. Adakah di antara kalian yang berkata, saya telah menyumbangkan 15 juta dolar untuk Chechnya, atau Bosnia, Kosovo dan Palestina atau untuk menghilangkan kesedihan umat muslim di seluruh dunia?

Lihatlah mereka di TV setiap hari. Mereka hanya menyiarkan pacuan kuda, reli mobil, dan lainnya di mana mereka menghabiskan jutaan dolar! Coba perhatikan iklan apa yang terpampang di arena reli mobil mereka? Rokok Marlboro! Di arena pacuan kuda, tidak ada bedanya. Tidak ada ayat-ayat Alquran di sana. Namun ketika tiba waktunya untuk menghiasi masjid, mereka keberatan, “Tidak, ini haram!” kata mereka.

Allah SWT tidak akan menghitung hasanat (ganjaran) dengan uang kalian, tetapi dengan amal kalian (perbuatan baik). Malam yang disebut laylat al bara’ah adalah malam pengampunan. Jangan lewatkan malam tersebut tanpa memohon pengampunan dari Allah SWT.

Ka’b al-Ahbar RA berkata, “Pada malam ke-15 Syakban Allah SWT telah mengutus Jibril AS untuk datang ke surga, lalu Jibril AS meyuruh surga untuk menghiasi dirinya dan mengumumkan kepada surga bahwa pada malam itu Allah SWT telah mengharamkan api neraka kepada sejumlah orang sebanyak jumlah bintang di langit.”

Berapa banyak bintang di sana? Milyar dan milyaran! Hal ini berarti Dia memaafkan setiap malam dari nisfu Sya’ban. Juga diriwayatkan bahwa sebanyak hitungan hari di dunia [sejak mulai ada] Dia membebaskan orang dari neraka, baik siang maupun malam harinya.

Wahai umat muslim! [Berkat dari] Laylat al nisfi min Sya’ban telah banyak diriwayatkan kepada kita dari berbagai sumber. Sangat dianjurkan untuk salat 100 rakaat (Syekh ‘Abdul Qadir Jilani QS menyebutnya Salat Khayr, penerj.), tiap rakaat membaca surat al-Fatihah dan 10 kali “Qul Huu Allahu ahad”. Untuk menyelesaikan salatnya seseorang harus membaca 1.000 kali surat al-Ikhlash. Sebagaimana orang lain memperingatinya, perlu juga bagi kalian untuk memperingatinya. Dan bagi siapa yang sanggup untuk mengundang orang lain untuk memperingatinya, memberikan makanan kepada mereka pada malam itu dan untuk berzikir mengingat Allah SWT dan Rasulullah SAW, dan untuk berpuasa di siang harinya dan salat di malam harinya, akan diberi ganjaran atas keistimewaan malam itu dan juga atas semua yang hadir.

Alhamdulillah hamd al-kamiliin was-salat was-salaam ‘ala Sayiddina Muhammadi wa ‘ala alihi…