Tampilkan postingan dengan label Muharam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muharam. Tampilkan semua postingan

Agenda Muharam

1 Muharam

Tahun Baru Islam

Lahirnya Syekh Khas Muhammad Syirwani QS 

10 Muharam

Hari ‘Asyura

Wafatnya Syekh Abul Hasan al-Kharqani QS (425 H/1033 M)

Wafatnya Syekh Syamsuddin Habib Allah QS (1195 H/1781 M) 

14 Muharam 717 H/1317 M

Lahirnya Syah Bahauddin Naqsyband QS 

16 Muharam 1203 H/1788 M                   

Lahirnya Syekh Jamaluddin al-Ghumuqi QS 

17 Muharam 1265 H/1848 M

Wafatnya Syekh Muhammad Effendi al-Yaraghi QS 

19 Muharam 970 H

Wafatnya Syekh Darwisy Muhammad QS

Puasa di Bulan Muharam

Imam Ghazali menyatakan dalam Kitab Ihya’ ‘Ulum al-Din, “Puasa sangat dianjurkan pada beberapa hari yang istimewa, di antaranya dapat ditemukan pada setiap tahun, yang lain ada pada setiap bulan, dan yang lainnya dalam setiap minggu.  Yang dapat ditemukan pada setiap tahun setelah Ramadan adalah:

·        Hari `Arafah (9 Zulhijah)

·        Hari `Asyura (10 Muharam)

·        10 hari pertama di bulan Zulhijah

·        10 hari pertama di bulan Muharam

 

Kita dianjurkan untuk berpuasa pada bulan-bulan yang dimuliakan, yaitu: Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab.”

 

Mu’awiyah Ibnu Abu Sufyan RA meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT tidak mewajibkan kalian untuk berpuasa di hari ‘Asyura,  tetapi aku berpuasa, dan barang siapa di antara kalian yang ingin berpuasa, maka berpuasalah dan bagi yang tidak ingin, maka tidak ada keharusan atas mereka.” (Sahih Muslim)

 

Abu Qatada RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Berpuasa pada tanggal 10 Muharam menghilangkan dosa setahun sebelumnya.” (Sahih Muslim)

 

Abu Hurayrah RA melaporkan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa setelah Ramadan, puasa Muharam adalah puasa yang paling sempurna. (Sahih Muslim)

 

Hakan bin al-Arat RA meriwayatkan, “Aku pergi ke Ibn Abbas RA, Aku berkata kepadanya, ceritakan kepadaku tentang puasa pada hari ‘Asyura!”  Ia berkata, “Ketika kalian melihat bulan baru untuk Muharam, hitunglah (hari) dan (mulailah) berpuasa pada tanggal 9,” Aku berkata kepadanya, “Apakah ini cara Rasulullah SAW berpuasa?”  Ia berkata, “Ya” (Sahih Muslim)

 

Hazrat Ibn Abbas RA meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah SAW bersabda, “Jika Aku dapat bertahan hingga tahun depan, aku juga akan berpuasa pada tanggal 9 Muharam.” (Sahih Muslim).  Catatan:  apa yang dimaksud oleh Rasulullah SAW adalah bahwa beliau juga akan berpuasa pada tanggal 9, sebagaimana tanggal 10 Muharam yang biasa beliau SAW lakukan.  Oleh sebab itu kita juga sebaiknya mencoba untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharam.

 

Sumber: 
staff@naqshbandi.org

Doa Akhir Tahun

Dibaca 3 kali setelah Asar pada tanggal 29 atau 30 Zulhijah. 

Wa shallallaahu `alaa sayyidinaa wa mawlaanaa muhammadin wa `alaa aalihi wa shahbihii wa sallam/allaahumma maa `alimtu fii haadzihis-sanati mimma nahaytanii `anhu falam atub minhu walam tardhahuu walam tansahuu wa hamilta `alayya ba`da qudratika `alaa `uquubatii wa da`awtanii ilaat-tawbati minhu ba`da jur-atii `alaa ma`shiyyatika fa-innii astaghfiruka faghfirlii wa maa `amiltu fiihaa mimmaa tardhaahu wa wa`adtanii `alayhits-tswaaba fa as-aluka allaahumma yaa kariimu yaa dzal jalaali wal ikraami an tataqabbalahuu minnii wa laa taqtha` rajaa-ii minka yaa kariim/wa shallallaahu `alaa sayyidinaa wa mawlaanaa muhammadin wa `alaa aalihi wa ash-haabihii wa sallam

Selawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan dan penghulu kami Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.  Ya Allah, apa yang telah kulakukan pada tahun ini terhadap hal-hal yang Kau larang aku untuk melakukannya dan aku belum bertobat daripadanya; sedangkan Engkau tidak rida dan tidak melupakannya; dan aku telah melakukannya di dalam keadaan di mana Engkau berupaya untuk menghukumku, tetapi Engkau mengilhamiku dengan tobat atas kelalaianku melakukan dosa-dosa itu semua; sesungguhnya aku memohon ampunan-Mu, maka ampunilah aku.  Dan tidaklah aku melakukan yang demikian atas apa yang Engkau ridai dan Kau janjikan aku dengan pahala atas yang demikian itu.  Maka aku memohon kepada-Mu.  Ya Allah, Wahai yang Maha Pemurah!  Wahai Yang Maha Agung dan wahai Yang Maha Mulia agar Engkau menerima tobat itu dariku dan janganlah Engkau menghampakan harapanku kepada-Mu Wahai Yang Maha Pemurah.  Selawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan dan penghulu kami Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.

Doa Awal Tahun

Dibaca 3 kali setelah Maghrib pada tanggal 1 Muharam. 

Wa shallallaahu `alaa sayyidinaa wa mawlaanaa muhammadin wa `alaa aalihi wa shahbihii wa sallam/allaahumma antal abadiyyul qadiimul awwalu wa `alaa fadhlikal `azhiimi wa juudikal mu`awwali wa haadzaa `aamun jadiidun qad aqbala nas-alukal `ishmata fiihi minasy-syaythaani wa awliyaa-ihi wa junuudihi wal `awna `alaa haadzihin-nadsil ammarati bis-suu-I wal isytighaala bimaa yuqarribunaa ilayka zulfaa yaa dzal jalaali wal ikraami yaa arhamar-raahimiin/wa shallallaahu `alaa sayyidinaa wa mawlaanaa muhammadin wa `alaa aalihi wa ash-haabihii wa sallam/amiin

 

Selawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan dan penghulu kami Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.  Ya Allah, Engkaulah Dzat Yang Maha Kekal, Yang Qadim dan Awal, atas anugerah-Mu dan pemberian-Mu yang Agung yang sangat kami harapkan, dan tahun baru ini sungguh telah datang, kami memohon kepada Engkau ya Allah, penjagaan yang kuat atas diri kami dari gangguan setan, para pengikutnya serta bala tentaranya.  Dan lindungi kami dari nafsu amarah yang buruk ini, sibukkan kami dengan amalan agar kami selalu mendekatkan diri kepada-Mu, wahai Dzat pemilik keagungan dan kemuliaan, wahai Dzat yang Maha berbelas kasihan. Dan selawat dan salam semoga tercurah pada junjungan dan penghulu kami Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya.  Amin

 

Berkah Surgawi Bulan Muharam

Shuhba  Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin 

Muharam adalah salah satu bulan suci, dan malam ini—10 Muharam—merupakan salah satu malam paling suci dalam Islam.  Besok, tanggal 10 Muharam adalah Hari ‘Asyura.  Ia memiliki kedudukan yang istimewa dalam kalender Islam, begitu pula dalam lintasan sejarah dunia, karena pada hari ini Allah SWT mengaruniakan hamba-hamba-Nya yang tercinta dengan karunia dari Samudra Rahmat-Nya yang tak bertepi dan Samudra Kekuatan-Nya yang tak terhingga, untuk menjadikan mereka sebagai orang-orang yang memperoleh kemenangan.

Pada hari ini, bahtera Nabi Nuh AS mendarat di puncak gunung dan banjir yang melanda berakhir.  Nabi Ibrahim AS diselamatkan dari api Namrud, Nabi Musa As melewati Laut Merah dan diselamatkan dari Firaun.  Nabi Yunus AS bin Ilyasa’ AS diselamatkan dari perut ikan.  Nabi Sulayman AS, Raja Sulayman AS dianugerahi kerajaan jin dan manusia.  Nabi Ayyub AS disembuhkan dari penyakitnya dan diberikan kesejahteraan lebih dari sebelumnya.  Nabi ‘Isa AS diangkat ke Surga.

Dan Sayyidina Muhammad SAW dianugerahi lebih banyak kemuliaan, tujuh Pintu Surga dibukakan baginya dan bagi seluruh umatnya, dan beliau diselamatkan dari sukunya, suku Quraisy.

Dan setiap kali Muslim jatuh dalam kesulitan, Pertolongan dan Dukungan Ilahi langsung menyertai mereka di bulan ini, dan khususnya pada hari seperti besok—10 Muharam—sangat penting. 

Saya mengharapkan Sayyidina Mahdi AS muncul pada tahun ini, tetapi tanda-tandanya masih belum lengkap… dan saya berharap bahwa beliau akan bersama kita di bulan Muharam mendatang, setelah tahun 2000.  Milenium ketiga adalah milik Imam Mahdi AS. 

Begitu banyak berkah surgawi yang diberikan kepada orang-orang yang beriman pada tanggal 10 Muharam, dan merupakan kabar baik bahwa kalian telah sampai di bulan Muharam 1999 ini.  Dan Saya berharap bahwa Sayyidina Mahdi AS akan diizinkan untuk muncul… Malam ini kekuatan yang sangat besar akan dianugerahkan, mungkin kekuasaan atas seluruh dunia… dan pedangnya, sekarang, akan diambil secara perlahan.  Malam ini pedang itu akan tampak…

Sebagaimana yang telah kami katakan sebelumnya, sebulan yang lalu, di bulan Zulhijah, di malam Arafah, bahwa suatu perubahan mulai terjadi.  Ada suatu Tajali (Manifestasi Ilahi) yang baru, kekuatan baru yang akan terus berlanjut tanpa henti.  Dan kekuatan ajaib dari malam ini mulai datang secara perlahan, langkah demi langkah, sehingga ketika teknologi berakhir dan lenyap, kekuatan jenis lain akan siap untuk digunakan…

Berusahalah untuk bersama dengan Allah SWT sehingga kalian akan menjadi orang-orang yang menang.  Berusahalah setahap demi setahap untuk menarik diri kalian dari tangan setan dan sifat-sifat buruknya.  Berusahalah untuk mengurangi segala jenis alat yang merupakan penemuan  setan dan bala tentaranya, karena segala sesuatu yang bekerja dengan listrik akan berhenti, dan kekuatan jenis baru akan mulai bekerja…

Sekarang, untuk beberapa bulan saja, seluruh bangsa akan menanggung beban yang sangat berat… Ketika hal itu berakhir, akan timbul suatu babak baru bagi dunia.  Pada saat itu listrik tidak diperlukan lagi, mobil, kapal, mesin-mesin pabrik,… semuanya tidak perlu.  Cahaya kalian, Nur-ul-Iman, cahaya dari Iman kalian, akan mengelilingi kalian.  Tubuh kalian akan bercahaya, bahkan dalam gelap pun kalian dapat berjalan…

Oleh sebab itu saya bergembira dan bersyukur kepada Allah SWT, bahwa kita telah sampai di malam ini, dan kita memohon dengan rendah hati agar nama kita ditulis bersama Imam Mahdi AS.  Kita tidak senang dengan situasi yang berlangsung di dunia, baik Timur maupun Barat, karena seluruh sistem, semua sistem kehidupan di bumi sekarang ini bertentangan dengan Hukum Tuhan.

Kita bergembira dan cukup bangga bahwa Allah SWT membuat kita senang bersama-Nya, bersama para Awliya-Nya, bersama Shahibu-Zaman Sayyidina Mahdi AS, dan tidak mengejar kehidupan setani yang kotor…  Kehidupan setani adalah yang paling kotor.  Menyingkirlah dari situ.  Jika tidak, kalian akan tenggelam dalam air yang kotor, kalian akan tenggelam dalam situasi yang buruk, dan kalian tidak dapat menyelamatkan diri.  Mintalah kepada-Nya agar dibersihkan dan berusahalah untuk tampil bersih, sehingga kalian akan menjadi bersih.

Hari `Asyura yang penuh Berkah

Shuhba Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani QS 

A'uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

 

Alhamdulillah Allah SWT telah mengaruniai kita untuk menjumpai satu tahun lagi dari kalender Hijriah.  Dari masa Nabi SAW hijrah ke Madinah, kini sudah 1423 tahun. 

 

Alhamdulillah Dia mengutusnya sebagai rahmatan lil-`alamiin – Rahmat bagi seluruh alam.  Ketika kita mengatakan rahmah, itu berarti rahmat.  Jika kesehatan kalian baik, itu adalah suatu rahmat, jika usaha kalian baik, itu adalah rahmat; jika kehidupan kalian baik, itu adalah rahmat; jika anak-anak kalian tumbuh dengan baik, itu adalah rahmat.  Jika tetangga kalian baik dan bersahabat dengan kalian, itu adalah rahmat dari Allah SWT.  Jika Allah SWT mengirimkan hujan kepada kalian, itu adalah rahmat.  Apapun yang baik, adalah rahmat. 

 

Dan Allah SWT menggambarkan Nabi SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam, rahmatan lil-`alamiin.  Itu berarti, “Ya Muhammad SAW!  Aku menciptakanmu sebagai rahmat bagi seluruh hamba-Ku.  Kehadiranmu dalam kehidupan mereka adalah suatu rahmat bagi mereka.  Engkau adalah hamba-Ku dan mereka juga hamba-Ku.  Tetapi engkau adalah hamba-Ku yang sempurna.  Innaka la`ala khuluqin `azhiim- ‘Sesungguhnya engkau berbudi pekerti yang luhur.’ [68:4]  Jadi Aku menciptakan mereka, dan jika mereka mengikutimu, engkau akan menjadi rahmat bagi mereka.”

 

Jika kita mengikuti jalan Sayyidina Muhammad SAW, kita tidak akan menemui kesulitan, kita tidak akan menemui masalah.  Jika kita mengikuti hasrat kita yang buruk, kita akan menemukan masalah-masalah dalam hidup kita.  Berusahalah untuk menyelamatkan diri kalian dengan mengikuti apa yang dibawa oleh Nabi SAW. 

 

Wahai umat Muslim!  Inilah yang mengubah kehidupan di alam semesta—hijrah dari Mekah ke Madinah.  Itu terjadi 8 hari yang lalu, beberapa (orang) mengatakan 10 hari yang lalu dan sebagian lagi mengatakan sebelas, bahwa Nabi SAW tiba di al-Madinah.

 

Ini adalah bulan di mana Allah SWT memerintahkan Nabi SAW untuk pindah ke Madinah untuk mendirikan infrastruktur Islam, mendirikan negara, dan khilafah Islam.  Di bulan inilah Allah SWT memberi tempat kepada Nabi SAW yang dari tempat itu Islam tersebar ke segala penjuru. 

 

Topik hari ini adalah pentingnya Hari `Asyura, hari kesepuluh bulan Muharam, yang telah disebutkan oleh Nabi SAW.  Ketika beliau mencapai Madinah al-Munawwarah—pada saat itu disebut Yatsrib atau Taiyyaba—dan masuk, dan membangun tempatnya, beliau melihat bahwa orang-orang Yahudi berpuasa pada sepuluh Muharam.  Dan beliau bertanya, “Mengapa mereka berpuasa pada hari itu?”  Mereka berkata, “Karena pada hari itu Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dari Firaun.”  Kemudian Nabi SAW pun berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umat Muslim untuk berpuasa pada hari itu.

 

Dan Muslim meriwayatkan dalam suatu hadis mengenai `Asyura, “`an abi qatadata an rasulullahi saama yawma `Asyura… kaffaaratan lis saanat almaadiya.”  Abu Qatada RA melaporkan bahwa Nabi SAW berkata bahwa barangsiapa yang berpuasa pada hari itu, ia akan diampuni seluruh dosanya pada tahun sebelumnya. 

 

Imam Abu Hanifa berkata, “Kaana waajiban fii awwali dzuhur al-Islam” – “Pada masa awal Islam, hari itu diwajibkan untuk berpuasa.”  Imam Syafi`i berkata, “Adalah Sunnah untuk berpuasa tetapi tidak diwajibkan.”  Imam Abu Hanifa berkata bahwa adalah kewajiban untuk berpuasa pada hari itu di dekade pertama Islam. 

 

Tetapi yang penting diingat adalah bahwa Allah SWT akan menghapus dosa kita selama satu tahun.  Ini adalah suatu rahmat yang Allah SWT kirimkan kepada kita, itulah maksud dari wa ma arsalnaaka illa rahmatan lil-`alamiin – Kami tidak mengutusmu, kecuali sebagai Rahmat bagi seluruh alam (makhluk) [21:107].  Dengan mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi SAW, mereka diampuni dosa-dosanya.

 

Lihatlah, jika kalian berada di dalam penjara, jika kalian menjaga perilaku baik kalian, pihak berwenang mungkin akan membebaskan kalian lebih awal.  Pada Hari Pembalasan kita akan mencari segala sesuatu yang dapat membebaskan kita, yang dapat menghapus dosa-dosa kita.  Apakah kalian mempunyai puasa `Asyura pada hari itu?

 

Jadi segala sesuatu yang Nabi SAW bawa adalah rahmat bagi umat Muslim.  Itu adalah satu hari, hanya satu hari, Minggu atau Senin.  Jika niat kalian adalah berpuasa pada hari Senin dengan keyakinan bahwa itu adalah Hari `Asyura, maka berpuasalah pada hari itu dan kalian akan diberi ganjaran sesuai dengan niat kalian. 

 

Ibn `Abbas RA mufassir Alquran terbesar, berkata bahwa Nabi SAW berpuasa pada Hari `Asyura [karena pentingnya hari itu] dan beliau memerintahkan orang-orang untuk berpuasa pada hari itu [Bukhari and Muslim].  Beliau memerintahkan para Sahabat berpuasa pada hari itu.  Itulah kepentingannya—menghapuskan dosa satu tahun. 

 

Abi Sa`iid al-Khudri RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di Hari `Arafah,  Allah SWT akan menghapuskan dosa-dosanya selama satu tahun sebelumnya dan satu tahun berikutnya.”

 

Itu lebih daripada `Asyura.  Itu berarti bahwa Dia akan menghapuskan dosa-dosa di masa depan, artinya ia akan dilindungi dari dosa.  Dan barangsiapa yang berpuasa `Asyura, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa di tahun sebelumnya. 

 

Pada hari itu, Allah SWT memberi kemuliaan kepada banyak nabi, semoga kedamaian tercurah pada mereka.  Allah SWT telah memilih Adam AS untuk menjadi ayah bagi umat manusia pada hari itu.  Dia mengangkat Idris AS ke Surga pada hari itu.  Dia menyelamatkan Sayyidina Nuh AS bersama orang-orang di dalam bahteranya pada hari itu.  Dia menyelamatkan Sayyidina Ibrahim AS pada hari itu.  Dia mengampuni Sayyidina Daud AS pada hari itu.  Dia mengembalikan kerajaan Sulayman AS kepadanya pada hari itu.  Dia melepaskan Ayyub AS [dari penderitaannya] pada hari itu.  Dia mengangkat Sayyidina Isa AS [ke Surga] pada hari itu.  Dan pada hari itu rasul kalian, rasul penutup yang diutus Allah SWT, pada hari itu, Allah SWT membuat Sayyidina Muhammad SAW menikah dengan Sayyidatina Khadijah RA dan Dia membuatnya hijrah ke Madinah pada hari itu.  Dan Dia menciptakan langit dan bumi pada hari itu dan Dia menciptakan Qalam pada hari itu.  Dan hari itu adalah Jumat—bukan Sabtu atau Minggu.  Itu adalah hari yang sangat penting dalam kalender Islam. 

 

Sekarang kalian pergi ke beberapa tempat dan mereka mengatakan kepada kalian mengenai pentingnya hari ini.  Tetapi kalian pergi ke tempat lain, lalu terlibat terlalu banyak dalam politik, dan mereka lupa tentang hari ini. 

 

Dan pada akhirnya, saya ingin memberikan makna dari `Asyura.  Disebutkan dalam banyak tradisi Islam bahwa `Asyura berarti orang yang menghormati dan memuliakan hari di mana Allah SWT telah menyelamatkan seluruh nabi dari kejahatan umat mereka, Allah SWT akan mengangkatnya menuju kehidupan yang cerah.  Itu artinya `asya nura—hidup pada ‘hari yang cerah.’  Mereka menghilangkan nun untuk menyatukan dua kata tersebut.

 

Al-Hamadani QS—salah satu muhaddis terbesar—meriwayatkan bahwa ketika Allah SWT memerintahkan Nuh AS untuk membangun bahteranya, ia membangunnya dari 124.000 papan.  Dan kita tahu dalam tradisi Islam dalam tafsir Ibn `Abbas RA mengenai Surat al-`Araf, bahwa Allah SWT mengutus 124.000 nabi, dan di antara mereka terdapat 313 rasul.  Ketika Sayyidina Nuh AS mulai menyusun papan-papan itu di tempatnya, nama dari para nabi muncul di papan-papan tersebut.  Ketika ia sampai pada satu papan sebelum papan terakhir, papan ke 123.999 nama Sayyidina Muhammad SAW muncul pada papan ke-124.000.  Tahulah Nuh AS bahwa beliau adalah nabi terakhir.  Ia kemudian membutuhkan empat papan lagi untuk menyelesaikan bahteranya.  Segera setelah ia menyusun papan-papan ini, keempat nama khalifah muncul pada papan-papan tersebut.  Allah SWT berkata padanya, “Demi Muhammad SAW, Aku menyelamatkan bahtera ini.”

 

Demikianlah Sayyidina al-Hamadani QS berkata, “Karena kecintaan Allah SWT pada mereka, Dia meletakkan nama-nama mereka pada bahtera itu.”  Barangsiapa yang mencintai Nabi SAW dan para sahabat beliau, maka Allah SWT akan mencintai mencintai mereka. 

 

Semoga Allah SWT memberi kita berkah untuk berpuasa di Hari `Asyura.

 

Saya ingin mengajak kalian memperhatikan ayat berikut ini, Ati`ullah wa ati`ur-rasul, wa ulil amri minkum.- Patuhi Allah SWT, patuhi Rasul SAW dan orang-orang yang mempunyai otoritas atas kalian. [4:159]

 

Ini adalah waktu yang sangat sulit.  Umat Muslim harus waspada bahwa mereka harus menjaga kecintaan mereka terhadap Islam di rumah-rumah mereka, di lingkungan mereka dan dengan tetangga-tetangga mereka.  Kalau tidak, maka kita akan berada dalam bahaya.  Allah SWT melindungi Islam, dan tak seorang pun dapat menambah atau mengurangi sesuatu darinya.  Umat Muslim mungkin berada dalam bahaya, dan oleh sebab itu mereka harus mengambil langkah-langkah pencegahan.  Kita datang ke sini bukannya untuk mendirikan negara Islam.  Bukan seperti itu.  Kita datang untuk hidup dengan damai, bekerja, membesarkan anak-anak kita secara Islami dan untuk mengembangkan suatu generasi baru.  Jika kita menginginkan lebih dari itu, kita akan berada dalam masalah. 

 

Nabi SAW bersabda, “Di Hari Akhir, kegelapan yang pekat akan menyelimuti umatku.  Pada saat itu, orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berkendaraan…”

 

Jika kalian mempunyai masalah, diamlah di dalam rumah.  Jika kita melibatkan diri kita, kita akan menyakiti diri kita sendiri.  Duduklah sendiri, baca Alquran dan hadis, dan pergilah ke tempat kerja kalian.  Jangan libatkan diri kalian pada sesuatu sekarang ini—itu tidak dianjurkan.  Semoga Allah SWT melindungi semua orang yang melindungi orang lain dari penderitaan dan bencana. 

 

Adab Hari `Asyura (10 Muharam)

Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil Al-Haqqani QS

Antara Zuhur dan Ashar:
Salat 4 rakaat, pada setiap rakaat dibaca al-Faatiha 1 kali dan al-Ikhlash 10 kali.

Zikir:
La ilaha ill Allah (1.000 kali)
Shalawat (1.000 kali)
Surat al-Ikhlash (1.000 kali)

Doa:
Allahumma tsabitna ‘alal Haqq
Ya Ghaliiban ghayra maghluub
Ya Nashiral Mu’miniin
Ya Ghiyatsal Mustaghitsiin
Ya Qariiban ghayra ba’id
Ya Syahidan ghayra mash-huud

Hasbi Allahu wa ni’mal Wakiil, la hawla wa laa quwwata
Illa billaahil ‘Aliyyil ‘Azhiim
Ghufranaka, Rabbanaa wa ilaykal mashiir


Rabbanaa taqabbal minna
Bi hurmatil Habib… al-Faatiha.


Sumber:
On The Bridge to Eternity
by Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani
© 1999, Planet Ilmu Sdn. Bhd.